Seputar Peradilan

Penghapusan KDRT pada Pertemuan Rutin
Dharmayukti Karini Cabang Rantau

 

Sudah menjadi program pada bidang organisasi Dharmayukti Karini cabang Rantau bahwa pada Jum’at kedua setiap bulan diagendakan pertemuan rutin Dharmayukti Karini cabang Rantau dengan tempat pelaksanaan secara bergantian antara Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama dan pada pertemuan kali ini yakni tepatnya pada hari Jum’at tanggal 15 Pebruari 2019 menjadi giliran Pengadilan Negeri Rantau sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.

DYK1

Kegiatan kali ini berbeda dari biasanya karena selain dihadiri oleh Ketua Pengadilan Agama Rantau (Dra. Hj. Noor Asiah) selaku Pelindung Dharmayukti Karini cabang Rantau, ibu Ketua Dharmayukti Karini cabang Rantau serta segenap pengurus dan anggota namun juga dihadiri oleh bapak Y. Purnomo Suryo Adi (Wakil Ketua Pengadilan Negeri Rantau) yang didaulat untuk memberikan pemahaman tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

 

Sebelum pemaparan materi dari nara sumber, ibu Ketua Dharmayukti Karini Cabang Rantau Deasy Febryetti Purba Erven di dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada bapak Wakil Ketua Pengadilan Negeri Rantau yang berkenan memenuhi hajat dan undangan untuk mengisi kegiatan pertemuan kali ini dan kepada ibu ibu Dharmayukti Karini diharapkan agar dapat dengan seksama mengikuti materi yang akan disampaikan.

 

Pada pemaparan awal nara sumber menyampaikan bahwa saat ini tindak kekerasan secara fisik, psikis, seksual dan penelantaran rumah tangga pada kenyataannya sering terjadi dan karenanya negara perlu melakukan pencegahan dan melindungi korban serta menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga dengan dukungan masyarakat dan melatarbelakangi itu hingga terbitlah Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga sebagai upaya untuk mencegah dan menindak kekerasan dalam rumah tangga.

 

Selanjutnya dipaparkan juga bahwa kekerasan dalam rumah tangga merupakan setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan atau penelantaran rumah tangga termasuk juga ancaman untuk melakukan perbuatan pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

 

Kegiatan sosialisasi tentang Penghapusan Kekerasan dalam rumah tangga ini menjadi semarak dengan adanya tanya jawab baik itu dari ibu-ibu Dharmayukti Karini kepada nara sumber dan juga dari nara sumber kepada ibu-ibu Dharmayukti Karini dan menjadi lebih semarak lagi tatkala dibagikan bingkisan kepada ibu-ibu yang bertanya dan juga yang bisa menjawab pertanyaan dari nara sumber.

 

Usai pemaparan materi acara dilanjutkan dengan pembacaan hasil notulis pada kegiatan pertemuan bulan lalu kemudian penyampaian laporan dari masing-masing bidang baik itu bidang organisasi, bidang ekonomi, bidang sosial budaya dan bidang pendidikan.

DYK2

Sebelum pertemuan diakhiri pembacaan doa merupakan rangkaian penutup dan pembagian doorprizepun menjadi moment yang ditunggu-tunggu para ibu yang senantiasa bersemangat untuk hadir di setiap pertemuan. (WAKA)


Editor oleh TIM TI PA Rantau